Gudang Logistik KPU Mamuju Diresmikan
Gudang Logistik adalah salah satu bagian penting dalam keseluruhan ekosistem penyelenggara pemilu. Didalamnya tersimpan berbagai perlengakapan kotak suara, bilik suara, formulir, dan berbagai perlengkapan lainnya. namun dibalik benda-benda tersebut terdapat sesuatu yang jauh lebih besar nilainya, yaitu hak konstitusional warga negara dan kepercayaan masyarakat terhadap proses Demokrasi. Anggota KPU Republik Indonesia Betty Epsilon Idroos meresmikan Gudang Logistik KPU Mamuju. Peresmian dilaksanakan dihalaman kantor KPU Mamuju, Selasa 29 September 2026. Kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars KPU sebagai bentuk penghormatan dan pembuka acara. Setelah itu, Ketua KPU Kabupaten Mamuju menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, Ketua KPU Mamuju Indo Upe menyampaikan Kehadiran Ibu Betty hari ini memiliki makna yang sangat penting. Kehadiran seorang pimpinan KPU Republik Indonesia didaerah bukan hanya menjadi kehormatan bagi kami, tetapi menajdi energi dan penguatan bagi seluruh jajaran KPU Mamuju. Gambar1 Indo Upe menyampaikan sambutan "Gudang ini adalah salah satu ruang tempat amanah Demokrasi dititipkan. dan amanah sekecil apapun bentuknya harus dijaga dengan ketelitian, kedisiplinan, integritas, dan tanggung jawab," ujar Indo Upe. Indo Upe menegaskan, ketelitian dalam mengelola logistik adalah bagian dari menjaga kepercayaan publik. Gudang logistik ini kami harapkan tidak hanya menjadi fasilitas kelembagaan, tetapi juga sebagai simbol dari komitmen KPU Mamuju untuk terus memperbaiki tata kelola penyelenggara pemilu. Dalam kesempatan yang sama, Anggota KPU Republik Indonesia Betty Epsilon Idroos menyampaikan, Terima kasih telah mengundang saya dan saya bersyukur membersamai bapak ibu meresmikan gudang logistik. Gambar2 Betty Epsilon Idroos menyampaikan sambutan "Gudang ini saya harap bukan hanya digunakan sebagai tempat menyimpan benda mati yang sudah dipakai. Bisa dimanfaatkan sebagai tempat pertemuan baik itu sosialisasi, bimbingan teknis, atapun pertemuan-pertemuan lainnya," ujar Betty Epsilon Idroos. Logistik itu bukan hanya sekedar tempat menyimpan. Itu semua sama, dimulai dari perencanaan, pengadaan, lalu disitribusikan setelah itu barang yang kembali disimpan dengan baik. Mamuju harus bersyukur punya gudang logistik. Gambar3 Pemotongan Pita Gambar4 Penandatangan Monumen Gudang Logistik Hadir dalam acara Ketua dan Anggota KPU Provinsi Sulawesi Barat, Anggota KPU Kabupaten Mamuju, Sekretaris KPU Kabupaten Mamuju, Kasubag serta Staf Sekretariat KPU Kabupaten Mamuju. ....
KPU Mamuju Penandatanganan Perjanjian Kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Mamuju
Merupakan langkah penting dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antar lembaga khususnya antara KPU Mamuju dan Kejaksaan Negeri Mamuju. Mamuju 17 September 2026, KPU Mamuju melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Mamuju. Kegiatan dilaksanakan di Aula Husni Kamil Manik Kantor KPU Mamuju. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Mamuju Indo Upe, dalam sambutannya menyampaikan, Kami berharap kerjasama ini dapat menjadi ruang untuk membangun komunikasi yang lebih baik, memperkuat koordinasi, serta mendukung pelaksanaan tugas dan kewenangan masing-masing lembaga sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. Gambar1. Indo Upe menyampaikan sambutan dan membuka acara "Kita mungkin memiliki tugas dan kewenangan yang berbeda tetapi kita memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan kontribusi terbaik kita untuk bangsa dan negara khususnya Kabupaten Mamuju," tutup Indo Upe. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri Mamuju Fitri Zulfahmi, S.H.,M.H. menyampaikan, Kami berharap kerjasama ini tidak berhenti pada seremonial penanaman semata, namun diimplementasikan secara konkret melalui koordinasi yang intensif, terbuka dan berkesinambungan demi memujudkan demokrasi yang berkualitas dan berintegritas di Kabupaten Mamuju. Gambar2. Kepala Kejari Mamuju menyampaikan sambutan "Kejaksaan Negeri Mamuju khususnya melalui Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara serta Seksi Intelijen siap mengawal dan mendampingi KPU Kabupaten Mamuju agar seluruh tahapan penyelenggaran pemilu dan pilkada berjalan dengan tahap hukum, akuntabel, serta bebas dari potensi permasalahan hukum di kemudian hari," tegas Fitri Zulfahmi, S.H.,M.H. Mengakhiri sambutan ini, saya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tinggi kepada Ibu Ketua KPU Kabupaten Mamuju serta seluruh jajaran yang telah memfasilitasi dan bekerja sama sehingga terasana acara ini. Semoga Allah SWT sentiasa memberikan petunjuk pelancaran perlindungan kepada kita semua. Hadir dalam kegiatan kepala seksi lingkup Kejaksaan Negeri Mamuju, Anggota KPU mamuju, Sekretaris KPU Mamuju, Kasubag serta Staf Sekretariat KPU Mamuju. Gambar3. Anggota KPU Mamuju Gambar4. Kepala Seksi Kejari Mamuju ....
KPU Mamuju Bersama Masyarakat adat kalumpang.
Pasca pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024 lalu, KPU terus melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia. Upaya ini difokuskan tidak hanya pada pemilih umum, tetapi terutama pada masyarat adat. Kalumpang, 29 Agustus 2026 KPU Mamuju menggelar Sosialisai dan Pendidikan Pemilih Segmen Masyarakat adat. Kegiatan ini diikuti oleh tiga puluh Masyarakat adat kalumpang. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Anggota KPU Mamuju Ibnu Imat Totori, dalam sambutannya menyampaikan, Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang sosialisasi, tetapi juga sebagai platform untuk mendengar langsung aspirasi dan harapan warga terhadap pelaksanaan pemilu yang akan datang. Gambar1. Ibnu Imat Totori membuka kegiatan Bertindak sebagai pemateri, Anggota KPU Mamuju Sudirman Samual menyampaikan, Sosialisasi pendidikan dan pemilih berkelanjutan menjadi bagian dari agenda rutin KPU Mamuju pada masa nontahapan pemilu, sebagai upaya menjaga keberlanjutan pendidikan politik bagi masyarakat di berbagai lapisan, termasuk masyarakat adat. Gambar2. Sudirman Samual memaparkan materi “Kami meyakini bahwa masyarakat adat jauh lebih dulu sudah melakukan nilai-nilai demokrasi, bahkan sebelum pemilu itu dilaksanakan,” ujar Sudirman Samual. Sudirman Samual menekankan pentingnya masyarakat memahami proses dan mekanisme kepemiluan agar dapat berpartisipasi secara aktif dan berkualitas dalam setiap tahapan demokrasi. “Peningkatan pemahaman kepemiluan di tingkat akar rumput dinilai menjadi kunci penting untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas, jujur, adil, dan diikuti oleh partisipasi masyarakat yang luas,” Pungkas Sudirman Samual. Ke depan, KPU Mamuju akan terus memperluas jangkauan sosialisasi pendidikan pemilih ke kelompok masyarakat lainnya, guna memastikan seluruh elemen masyarakat, tanpa terkecuali, memiliki pemahaman yang memadai tentang hak dan kewajibannya dalam berdemokrasi. ....
Peningkatan Kapasitas Pemilih Pemula melalui Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan
Pemilih Pemula akan terus bertambah jumlahnya pada penyelenggaraan Pemilu yang akan datang. Pemilih Pemula tersebut memiliki karakteristik yang dinamis, adaptif, dan responsif. Oleh karena itu, Pemilih Pemula perlu mendapatkan perhatian khusus dari KPU sebagai penyelenggara Pemilu. Bertempat di UPTD SMAN 1 Bonehau, KPU Mamuju melaksanakan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Segmen pemilih Pemula. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat, 28 Agustus 2026 diikuti oleh tiga puluh siswa-siswi. Kadiv Parmas dan SDM KPU Mamuju Ibnu Imat Totori membuka secara resmi kegiatan ini. Dalam sambutannya, Imat menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah yang menerima kami melaksanakan sosialisasi. Gambar1. IBnu Imat Totori menyampaikan sambutan “Partisipasi aktif generasi muda menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan pemilu yang demokratis, berkualitas, dan berintegritas. Selain itu, pemilih pemula juga diharapkan mampu menjadi agen penyebar informasi positif terkait kepemiluan di lingkungan sekolah maupun Masyarakat,” ujar Imat. Pada materi pertama, Anggota KPU Mamuju Asri Hamid menyampaikan, Pemilih pemula merupakan generasi yang akan menentukan masa depan demokrasi di Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi para siswa untuk memahami nilai-nilai demokrasi, menggunakan hak pilih secara bijak, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar. Gambar2. Asri Hamid menyampaikan materi “Pendidikan politik sejak dini sangat penting agar generasi muda tidak apatis terhadap proses demokrasi. Kami berharap para siswa-siswi dapat memahami tahapan pemilu, pentingnya partisipasi dalam pemilihan, serta mampu menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab,” Tegas Asri Hamid dihadapan para siswa-siswi. Pada materi berikutnya, Anggota Bawaslu Mamuju M Iksan menekankan, kehadiran Bawaslu di lingkungan sekolah merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran demokrasi sejak dini, khususnya di kalangan generasi muda dan pemilih pemula. Gambar3. M Iksan menyampaikan materi "Generasi muda, khususnya pelajar yang akan menjadi pemilih pemula, memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan demokrasi Indonesia. Jadilah pemilih yang cerdas dengan mencari informasi dari sumber yang benar serta berani menolak politik uang dan hoaks," ujar Iksan. Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi yang juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab seputar pemilu dan demokrasi. Berbagai pertanyaan disampaikan siswa mengenai proses pemilihan umum hingga peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi. ....
KPU Mamuju Gelar Pelatihan Penulisan Berita Bagi Tim Media
MAMUJU -- Bertempat di Aula Husni Kamil Manik, KPU Mamuju melaksanakan pelatihan penulisan berita. Kegiatan ini diikuti delapan peserta dari tim humas KPU Mamuju. Tujuannya, membekali personel humas dalam meliput dan menyajikan berita kegiatan lembaga penyelenggara Pemilu ini pada masyarakat. "Kita berharap, seluruh sub bagian melalui tim humas dapat menyajikan rilis kegiatan untuk diinformasikan kepada masyarakat melalui media sosial," ungkap Koordinator Tim Humas KPU Mamuju, Deka Iskandar. Tim Humas ini sendiri, merupakan wakil dari empat sub bagian pada KPU Mamuju. " Jadi ketika tidak ada dari sub bagian Parmas yang ikut, rilis dapat dibuat oleh tim dari sub bagian terkait," simpulnya. Kadiv Teknis Penyelenggaraan KPU Mamuju Sudirman Samual, yang menjadi pemateri pada pelatihan ini menekankan unsur-unsur dalam berita rilis. Gambar1. Sudirman Samual dalam menyampaikan materi. "Setiap rilis minimal mengandung unsur 5W+1H agar berita yang disajikan dapat memberikan informasi yang lengkap pada pembaca," sebutnya. Mantan Pemimpin Redaksi Radar Sulbar ini pun menambahkan, sebaiknya berita yang disajikan diolah secara dinamis dan tidak kaku. Agar pembaca tidak bosan dan mau menyimak hingga akhir. "Terserah, apakah what yang didahulukan. Ataukah where-nya, atau when misalnya. Yang penting memenuhi unsur itu agar jelas informasi kepada pembaca," bebernya. ....
Edukasi Pemilih Pemula, KPU Mamuju Gelar Sosialisasi di SMKS Keperawatan ST. Fatimah Mamuju
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mamuju terus gencar melakukan edukasi demokrasi demi meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya dari kalangan generasi muda. Pada Rabu (5/8/2026), KPU Kabupaten Mamuju menyambangi SMKS Keperawatan ST. Fatimah Mamuju untuk menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih yang menyasar segmen pemilih pemula. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 30 siswi. Langkah ini dinilai strategis untuk menanamkan kesadaran berpolitik dan bernegara sejak dini, sekaligus memberikan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya hak suara mereka dalam pemilu mendatang. Sosialisasi ini diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan mendengarkan Mars KPU. Para peserta mengikuti dengan khidmat sehingga suasana menjadi lebih hangat. Setelah itu, Ketua KPU Kabupaten Mamuju menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Segmen Pemilih Pemula. Dalam Sambutannya, Ketua KPU Mamuju menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak sekolah SMKS Keperawatan ST. Fatimah Mamuju yang telah menerima kami untuk melakukan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Segmen Pemilih Pemula. Gambar1. Indo Upe Ketua KPU Mamuju "Kenapa kami lakukan sosialiasi ini, karena kalian adalah masa depan demokrasi kita. Memasuki usia 17 tahun bukan sekadar formalitas mendapatkan KTP, tetapi juga merupakan tanggung jawab besar untuk ikut serta dalam menentukan pemimpinan daerah maupun nasional secara bijak," ujar Indo Upe dihadapan para siswi. Pada materi pertama, Ibnu Imat Totori selaku Anggota KPU Mamuju Divisi Parmas dan SDM menyampaikan, KPU Mamuju dalam upaya pelaksanaan Sosialisasi diharapkan para pemilih pemula akan memiliki kesadaran akan pentingnya menggunakan hak pilih sebagai warga negara yang sudah memenuhi persyaratan untuk memilih. Sehingga, diharapkan secara otomatis tingkat partisipasi pemilih secara umum juga akan meningkat signifikan. Gambar2. Ibnu Imat Totori, Menyampaikan Materi "Warga negara Indonesia, Berusia 17 Tahun atau sudah menikah, Bukan anggota aktif TNI atau POLRI, Tidak dicabut hak pilihnya, serta terdaftar dalam Daftar Pemilih tetap (DPT), itulah syarat menjadi pemilih sesuai peraturan Undang-undang 7 Tahun 2017,' Ujar Ibnu Imat Totori selaku pemateri. Ia juga mengingatkan kepada para siswa agar tidak lagi bersikap apatis terhadap politik (Golput), melainkan mampu menjadi pelopor pemilih yang cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab demi terciptanya kualitas demokrasi yang lebih baik. Pada materi berikutnya, Zulkifli Anggota Bawaslu Mamuju menekankan, beberapa poin penting, di antaranya pentingnya menolak politik uang, bahaya berita bohong dalam mempengaruhi pilihan politik, dan memilih pemimpin berdasarkan gagasan. Gambar3. Zulkifli Anggota Bawaslu Mamuju "Pemilih harus cerdas dan tidak tergiur oleh iming-iming uang. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dipilih berdasarkan kualitas dan gagasannya, bukan karena uang," tegas Zulkifli dihadapan para siswi. KPU Kabupaten Mamuju berharap Kegiatan ini bukan hanya sosialisasi, tetapi juga ajang pembelajaran. Kami ingin pemilih pemula terbiasa berpikir kritis, memahami informasi dengan jelas, dan mampu mengambil keputusan yang tepat saat berada di bilik suara. Pada sesi diskusi, peserta terlihat sangat antusias menyampaikan berbagai pertanyaan terkait materi yang disampaikan. Diskusi ini menambah perspektif baru bagi seluruh peserta mengenai pentingnya peran pemilih pemula dalam pemilu. Gambar4. Peserta Mengajukan Pertanyaan Selanjutnya, Narasumber memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang dilontarkan para siswi. Interaksi dua arah tersebut membuat suasana menjadi lebih hidup. Melalui sesi ini, peserta memahami bagaimana mereka dapat berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab. Turut hadir dalam kegiatan ini, Guru Sekolah bagian kesiswaan SMKS Keperawatan ST. Fatimah Mamuju, Sudirman Samual selaku Divisi Teknis Penyelenggara,Trisdiana Kasubag Parmas dan SDM, serta staf Sekretariat KPU Kabupaten Mamuju. ....
Publikasi
Opini
IT & PEMILU Oleh : Hamdan Dangkang Ketua KPU Kabupaten Mamuju “Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam pelaksanaan Pemilu Serentak 2024, merupakan sebuah keniscayaan di era digital saat ini. Berbagai macam kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi informasi telah mendorong banyak negara dalam memanfaatkan teknologi informasi guna membantu penyelenggara pemilu melaksanakan demokrasi elektoral. Indonesia sendiri termasuk salah satu negara yang menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi dalam pemilu.“ Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, apakah semua daerah yang ada di Indonesia telah tersentuh atau sudah terkoneksi dengan jaringan teknologi informasi (internet)? apakah sumber daya manusia (SD) mulai dari pemilih, peserta dan penyelenggara di daerah (KPU Provinsi, KPU Kabupaten dan jajaran AdHocnya) telah memahami dan menguasai penggunaan teknologi informasi atau internet?. Perkembangan teknologi informasi (internet di Indonesia memang sepenuhnya belum merata dari sisi ketersediaan infrastruktur khususnya bagi daerah-daerah terpencil, hal ini dikarenakan kondisi geografis wilayah Indonesia merupakan negara kepulauan, namun di beberapa kota besar di Indonesia sudah bisa merasakan kecepatan jaringan akases internet yang cukup signifikan. Infrastruktur pendukung dan SDM Penyelenggara (KPPS) juga perlu menjadi bahan perhatian untuk menerapkan teknologi informasi pada Pemilu Serentak 2024 dan strategi pelaksanaan Bimtek yang perlu dikembangkan dan ditingkatkan. Selanjutnya mengutip pernyataan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ahmad M. Ramli dalam diskusi bertajuk “Industri Telekomunikasi Menyambut Normal Baru” bersama Tempo yang dihelat melalui saluran virtual, Kamis, 11 Juni 2020, mengatakan bahwa dari 83.218 desa dan kelurahan sebanyak 12.548 desa dan kelurahan di Indonesia belum tersentuh oleh sinyal Internet hingga hari ini. Menurut dia, pemerintah sedang menggandeng operator untuk mengaliri jaringan ke desa-desa tersebut. Pemanfaatan teknologi dan digitaliasi pemilu saat ini menjadi satu aspek yang menjadi fokus Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dan akan sudah menjadi sebuah kebutuhan nantinya untuk Pemilu Serentak 2024. Terobosan ini tentunya akan sangat membantu, terlebih jika kondisi kesehatan masyarakat pada dua tahun ke depan belum sepenuhnya pulih dari pandemi covid-19. Penggunaan teknologi informasi pada Pemilu Serentak 2024 memang sudah sepantasnya kita terapkan secara penuh nantinya, hal ini dalam rangka mengatasi berbagai persoalan yang terjadi pada pelaksanaan Pemilu 2019 diantaranya dengan adanya jatuhnya korban jiwa dari penyelenggara adhoc yang salah satunya disebabkan beban kerja yang sangat berat dengan waktu hanya kurang lebih 11 jam untuk melaksanaakan penghitungan dan rekapitulasi hasil ditingkat TPS. Adanya berbagai versi hasil penghitungan perolehan di C1 yang berbeda yang dimiliki oleh masing-masing saksi, Bawaslu dan KPU. Dengan menggunakan teknologi informasi pada Pemilu Serentak 2024, berbagai persoalan di Pemilu 2019 bisa teratasi dan hasil C1 yang berbeda sudah bisa dihilangkan. Hingga saat ini KPU RI telah mengembangkan penggunaan teknologi informasi sedikitnya terdapat 7 (tujuh) jenis sistem teknologi informasi yang dimiliki KPU dalam mendukung kelancaran pelaksanaan Pemilu-Pemilu sebelumnya dan nantinya yang akan diterapkan pada Pemilu Serentak 2024. Sebut saja SIPOL (Sistem Informasi Partai Politik), Aplikasi Sipol ini digunakan dalam memfasilitasi pengelolaan administrasi pendaftaran, verifikasi, dan penetapan partai politik peserta pemilu anggota DPR, dan DPRD, serta pemutakhiran data parpol peserta pemilu secara berkelanjutan di tingkat KPU, KPU provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota, juga sangat membantu masyarakat untuk mengecek diri mereka apakah terdaftar sebagai anggota partai politik atau tidak. SIDAPIL (Sistem Informasi Daerah Pemilihan), Aplikasi Sidapil digunakan internal oleh KPU dalam rangka pemetaan dan pembuatan daerah pemilihan untuk digunakan dalam Pemilu. SIDALIH (Sistem Informasi Daftar Pemilih), Aplikasi Sidalih telah mengalami pengembangan sistem, fungsi dan cara penggunaannya yang baik yang tersedia dalam dua versi, yakni versi online dan offline, aplikasi ini digunakan dalam rangka proses pendataan dan pemutakhiran data pemilih, salah satu kelebihan yang dimiliki oleh Sidalih, masyarakat bisa mengecek secara langsung data diri apakah sudah terdaftar atau belum tanpa harus kekantor KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota. SILON (Sistem Informasi Pencalonan), Aplikasi Silon digunakan dalam tahapan pencalonan dan salah satu cara kerja transparan KPU untuk menjaga kepercayaan publik sebagai penyelenggara pemilu, sehingga publik bisa mengakses calon-calon yang akan dipilih pada Pemilu maupun Pemilukada. SILON dapat diakses pada website KPU RI maupun Website masing-masing KPUD. SILOGDIS (Sistem Informasi Logistik dan Distribusi), Aplikasi Silogdis digunakan dalam proses pendataan kebutuhan setiap item kebutuhan logistik yang digunakan untuk setiap tahapan Pemilu dan Pemilihan. SITUNG (Sistem Informasi Penghitungan Suara) Aplikasi Situng digunakan untuk melakukan proses penghitunga hasil secara berjenjang mulai dari tingkat TPS, PPS, KPU Kabupaten/Kota/ KPU Provinsi dan KPU RI, dengan cara memindai hasil C1 ditiap-tiap TPS, dan SIREKAP (Sistem Informasi Rekapitulasi), Aplikasi Sirekap bekerja dengan cara memfoto Sertifikat hasil penghitungan suara dalam bentuk plano di masing-masing TPS dan diupload ke dalam sistem Sejak Pemilu 2004, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sudah menerapkan teknologi informasi guna mendukung penyelenggaraan disetiap pelaksanaan tahapan. Pemanfaatan teknologi informasi, sistem informasi, dan internet dalam penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024 nantinya, berbagai aplikasi yang dimiliki oleh KPU RI saat ini telah mendapat pengembangan dan peningkatan dengan berbagai aplikasi untuk memudahkan kerja-kerja penyelenggara dan kemudahan akses informasi bagi peserta pemilu dan pemilih serta stakeholder. Saat ini, pemanfaatan IT menjadi perhatian khusus KPU RI. Penyelenggara pemilu di tingkat pusat ini menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai stakeholder guna mengelola sistem IT dalam membuat aplikasi yang handal dan keamanan datanya terjamin, dalam menyongsong perhelatan Pemilu Serentak 2024, sejumlah langkah sudah dilakukan KPU RI, diantaranya : Pertama, memperkuat regulasi dengan membuat Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). PKPU yang diundangkan 21 November 2021 ini sebagai pedoman untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, akuntabel, dan pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya di lingkungan KPU. PKPU Nomor 5 Tahun 2021 ini merupakan penjabaran dari Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Kedua, membuat master plan Teknologi Informasi periode 2021-2025. Master plan digunakan sebagai acuan KPU untuk membuat dan mengembangkan aplikasi kepemiluan, strandar infrastuktur TI, pengelolaan sumber daya manusia (SDM), dan perencanaan anggaran. Master plan ini bisa disebut peta jalan pengembangan TI di organisasi KPU. Ketiga, pengelolaan data yang dilakukan KPU untuk perlindungan terhadap data yang dikelola diatur dengan regulasi PKPU Nomor 5 Tahun 2021 dan PKPU 6 Tahun 2021. Selain itu juga, KPU RI membentuk gugus tugas dengan instansi terkait untuk keamanan siber dan manajemen data yang dihimpun oleh KPU. Keamanan data menjadi isue penting mengingat beberapa kali terjadi peretasan terhadap sistem siber KPU. Secara umum, TI KPU didesain dengan dua kelompok utama, yakni aplikasi untuk pelayanan umum atau publik (bersifat ekternal), dan aplikasi untuk administrasi pemerintahan (bersifat internal). Untuk aplikasi yang pertama melahirkan beragam aplikasi kepemiluan yang bisa diakses oleh publik / pemilih / peserta pemilu dan penyelenggara pemilu. Dalam mendukung penggunaan IT pada Pemilu Serentak 2024, saat ini KPU RI telah mengembangkan sebuah Aplikasi Pendataan Pemilih yang digunakan untuk pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang sebelumnya bernama Lindungi Hak Pilihmu kini telah dikembangkan dalam dua versi yakni versi web dan versi mobile dengan nama Lindungi Hakmu, aplikasi ini dapat di download langsung di berbagai aplikasi store android juga bisa langsung dijalankan lewat jaringan internet di http://lindungihakmu.kpu.go.id. Aplikasi ini, dapat memudahkan setiap pemilih seperti halnya Sidalih Berkelanjutan mobile. “Aplikasi tersebut berfungsi untuk mengetahui apakah kita sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum, disamping itu, juga berisi informasi diantaranya, data jumlah pemilih disetiap Provinsi, data jumlah pemilih disetiap Kabupaten/Kota, data jumlah pemilih disetiap Kecamatan, data jumlah pemilih disetiap Desa/Kelurahan dan data jumlah pemilih disetiap TPS, serta memudahkan pemilih untuk mengetahu di TPS mana nantinya akan memilih. Sistem ini juga dapat digunakan bagi para calon pemilih untuk mendaftarkan dirinya dan juga terdapat tools untuk pemilih lain melaporkan pemilih yang sudah terdaftar namun sudah tidak memenuhi syarat sebagai pemilih. Dengan berbagai inovasi penggunaan IT pada Pemilu Serentak 2024 nantinya, diharapkan rasa kepercayaan publik terhadap sistem TI yang dikembangkan oleh KPU meningkat dan dapat membantu kelancaran penyelenggaraan tahapan Pemilu Serentak 2024. Dengan pemanfaatan teknologi informasi, manajemen tata kelola penyelenggaraan pemilu dapat lebih efisien, efektif dan transparan. salah satu contoh pada tahapan rekapitulasi perolehan suara hasil pemilu (SIREKAP). Melalui pemanfaatan teknologi informasi pemindaian sertifikat plano di masing-masing TPS yang nantinya akan digunakan oleh KPU pada Pemilu Serentak 2024 hal ini akan dapat membantu meningkatkan akurasi dan kecepatan pencatatan perolehan suara hasil pemilu nantinya, dengan harapan penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024 lebih praktis efisien dan akuntabel serta transparan. Di sisi lain, keamanan data dan kepercayaan publik tetap harus terus ditumbuhkan agar data PemiluSerentak 2024 nantinya aman dari peretasan dan tudingan kecurangan.**
Oleh: Hamdan Dangkang (Ketua KPU Mamuju) MAMUJU--Senin dini hari. Truk ber-chasis Hino pembawa surat suara untuk Pilkada Mamuju itu akhirnya tiba di gudang logistik KPU Mamuju, 16 November 2020. Usai menyelesaikan beberapa dokumen administrasi serah terima barang dari pihak eksepedisi, sebanyak 85 box plus 106 pack sampul untuk Pilkada Mamuju itu pun diturunkan dari 'bokong' truk. Eh, sebelum diangkut, 85 box surat suara berikut 106 pack sampul tersebut disemprot cairan disinfektan terlebih dahulu. Insya Allah aman. Jumlah surat suara untuk Pilkada Mamuju sebanyak 162.218. Disesuaikan dengan total keseluruhan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang sebelumnya telah ditetapkan. Ditambah dengan surat suara cadangan sebanyak 2,5 Persen dari jumlah DPT, serta 2 Ribu lembar surat suara yang dipersiapkan jika dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU). === Sebelum akhirnya tiba di gudang logistik, surat suara dan sampul untuk Pilkada Mamuju itu sebelumnya telah melewati perjalanan yang cukup panjang. Dan berliku. Karena ia diproduksi oleh PT. Temprina Media Grafika di Jember. surat suara berikut sampul tersebut harus diseberangkan via kapal laut menuju Makassar, Sulawesi Selatan. Tiba di pelabuhan Makassar pada hari Jumat, 14 November 2020. Masih tersegel. Minggu, 15 November 2020, sesaat setelah adzan dzuhur berkumandang, kontainer berisikan surat suara dan sampul untuk Pilkada Majene, Mamuju, Mateng dan Pasangkayu itu pun dibuka. Agenda tersebut dilakukan di perusahaan ekspedisi Eka Multi di jalan Kapasa Raya, Makkassar. Disaksikan langsung oleh Komisioner KPU masing-masing kabupaten, para pimpinan Bawaslu, serta dari pihak kepolisian. Tumpukan paket logistik Pilkada untuk empat kabupaten di Sulawesi Barat terlihat masih tersusun rapi di dalam kontainer. Lalu isi kontainer itu dipindahkan ke truk pengangkut logistik yang memang telah terparkir persis di sebelah kontainer tadi. Logistik untuk Kabupaten Pasangkayu yang lebih dulu dimasukkan ke dalam truk, menyusul Mamuju Tengah, lalu Mamuju, serta terakhir logistik kepunyaan Kabupaten Majene. Pengarturan seperti itu dilakukan untuk mempermudah proses distribusi logistik dari Makassar ke masing-masing kabupaten. Hujan deras mewarnai proses angkut logistik Pilkada itu, dari kontainer ke mobil truk. Meskipun begitu, masing-masing Komisioner KPU dan Bawaslu masih bisa mengecek langsung, memastikan kesesuaian jumlah dan jenis logistik Pilkada untuk masing-masing kabupaten, sebelum paket per paket logistik itu diangkut. Pemindahan paket logistik Pilkada dari kontainer ke mobil truk itu berlangsung sekira dua jam. Kalau pun lebih, tak sampai sejam lah. Kira-kira lamanya sama dengan durasi hujan lebat yang membasahi wilayah Kota Makassar siang itu. Kasat Sabhara, Polresta Mamuju, Kompol Daud Tamping memberikan pengarahan kepada sejumlah aparat kepolisian dari Polres Majene, Mamuju, Mamuju Tengah dan Pasangkayu yang mengawal proses pendistribusian logistik Pilkada tersebut. Dalam penyampaiannya, ia meminta agar tugas tersebut hendaknya dilakukan dengan sepenuh hati. Bahwa mengawal logistik Pilkada merupakan bukti nyata dukungan kepolisian pada perhelatan pesta demokrasi bertajuk Pilkada tahun ini. "Semoga kita semua sampai dengan selamat di wilayah masing-masing," ucap Kompol Daud Tamping sambil mengajak para personil untuk berdoa sesuai keyakinan dan kepercayaannya masing-masing. Logistik Pilkada untuk empat kabupaten di Sulawesi Barat itu pun meninggalkan Makassar. Dalam perjalanan, truk pembawa logitik Pilkada yang dikemudikan Sudarman, pemuda kelahiran November 1994 itu mendapat pengawalan dari jajaran kepolisian. Tak tanggung-tanggung, ada empat kendaraan operasional milik kepolisian yang mengawal perjalanan logistik Pilkada itu. Dari Polres Pasangkayu, Polres Mamuju Tengah, Polresta Mamuju serata Polres Majene. Itu belum terhitung kendaraan yang ditumpangi Komisioner KPU dan Bawaslu masing-masing kabupaten. Maka kian memanjang lah iring-iringan pembawa logistik Pilkada tersebut. Karena ia dikawal oleh empat kendaraan operasional milik jajaran kepolisian, kemacetan yang seolah jadi pemandangan biasa di sepanjang jalan utama Makassar hingga Kabupaten Maros tak menghambat proses distribusi logistik Pilkada. Sirine mobil operasional kepolisian mengaum. Bunyinya saling bergantian. Bikin laju kendaraan berlari cukup kencang. Sudah seperti rally fury saja. Istirahat, ngopi dan hal lainnya dilakukan di SPBU Bojo, Kabupaten Barru. sekira pukul 22.00, rombongan akhirnya tiba di KPU Kabupaten Majene. Di sana logistik Pilkada untuk Kabupaten Majene dibongkar, disimpan di gudang logistik yang letaknya persis di sebelah sekretariat KPU Kabupaten Majene. Tugas teman-teman Polresta Majene pun selesai. Tak butuh waktu lama. Usai segala keperluan di proses pendistribusian logistik untuk Kabupaten Majene tuntas, rombongan pun melanjutkan perjalanannya. Kali ini menuju Mamuju. Jumlah kendaraan yang ada dalam iring-iringan memang mulai berkurang, namun laju kendaraan tetap sama. Tetap seperti rally fury itu. Ramai tikungan di sepanjang jalan Majene-Mamuju sudah seperti jalur bebas hambatan saja bagi iring-iringan logistik Pilkada. Dalam kondisi menikung saja, jarum di speedometer saja selalu menunjuk ke arah yang cukup tinggi. "Tidak bisa tidur saya. Selalu tegang di atas mobil," ungkap salah seorang aparat kepolisian yang mengawal logistik dari atas truk bernomor polisi DD 8654 XD itu. "Apalagi kalau bunyi-bunyi lagi ban mobil," sambung dia sambil tersenyum. Di gudang logistik KPU Mamuju telah menunggu Plh Ketua KPU Mamuju, Ahmad Amran Nur, serta Komisioner KPU Mamuju lainnya. Termasuk sejumlah staf sekretariat KPU Mamuju yang telah bersiap menerima surat suarat dan sampul untuk Pilkada itu. Ada juga sejumlah rekan media yang sedari pagi tak henti menggali informasi seputar pendistribusian logistik ini. Selanjutnya, proses sortir dan pelipatan surat suara itu segera akan kami lakukan. Bagi yang ingin menjadi tenaga penyortir dan pelipat surat suara, wajib hukumnya untuk memperlihatkan rapid tes dengan hasil negatif covid-19. Kami tak mau ada kluster baru di tengah padatnya tahapan pelaksanaan Pilkada ini. Jika semuanya proses itu selesai, target kami paling lambat tanggal 30 November tahun 2020 logistik Pilkada tersebut kami distribusikan ke masing-masing kecamatan. (*) Tulisan di atas telah terbit di Harian Radar Sulbar, edisi Selasa 17 November 2020
MAMUJU--10 November. Seperti di tahun-tahun sebelumnya, masyarakat Indonesia selalu memperingatinya sebagai hari pahlawan. Pahlawan, tak sekadar mereka yang telah bercucuran darah dalam merebut atau mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Komisioner KPU Mamuju, Ahmad Amran Nur menganggap, seluruh lapisan masyarakat punya kesempatan yang sama dalam menyandang status pahlawan itu. Menurut dia, siapa saja yang mampu menebar manfaat bagi lingkungannya dapat dikatakan sebagai seorang pahlawan. Apapun segmennya. Menjadi seorang pahlawan, kata Amran, juga dapat ditempuh dengan senantiasa terlibat aktif dalam tiap tahapan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 ini. Komisioner KPU Mamuju divisi Sosialisasi, Parmas dan SDM itu pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi pahlawan demokrasi, setidaknya dengan mendukung terwujudnya pelaksanaan Pilkada yang aman dan damai. "Marilah kita menjadi pahlwan dengan senantiasa menjaga nilai-nilai demokrasi menuju 9 Desember 2020 nanti," ucap Ahmad Amran Nur, Selasa (10/11). Lebih lanjut, Amran mengatakan, mengawasi Kinerja KPU dalam melaksanaan seluruh tahapan Pilkada juga jadi salah satu bentuk dukungan publik kepada lembaga penyelenggara itu. Menurutnya, kritik, saran dan masukan merupakan nutrisi yang bermanfaat yang secara langsung akan berpengaruh pada kesuksesan pelaksanaan Pilkada tahun 2020 ini. "mari ke TPS di 9 Desember 2020. Serta tetap bergembira dalam pesta demokrasi ini. Ingat, senantiasa menerapkan protokol kesehatan. Mario mako di TPS," pungkas Ahmad Amran Nur. (*)
C. Joy Bell C. berkata ′hanya dengan menerima perbedaanlah, kita mampu menemukan persamaan itu. Janganlah pernah berharap bahwa orang lain akan menjadi serupa dengan kita. Dengan demikian, kita akan melihat bahwa banyak hal yang menjadi persamaan dengan orang-orang yang berbeda tersebut”. Dalam tahun politik sekarang ini, banyak orang seringkali mempersoalkan dan mempermasalahkan mengenai perbedaan. Perbedaan bisa juga seringkali dijadikan sebagai alat untuk memecah belah suara masyarakat. Mulai dari informasi hoaks, isu Sara, ujaran kebencian untuk memperkuat anggapan bahwa perbedaan itu adalah sumber persoalan. Perbedaan menjadi sesuatu hal yang mengkhawatirkan, menjadi sebuah persoalan, dan bisa menjadi ancaman jika terus diprovakasi. Orang berbeda pilihan politik, bisa berujung menjadi ancaman. Orang berbeda ideologi, juga menjadi stigma. Bahkan, orang yang berbeda keyakinan dan tidak sejalan dengan kelompok tertentu, juga bisa dicap sebagai kafir oleh kelompok radikal. Meski kondisi ini sangatlah tidak sesuai dengan karakter dan budaya kita, namun hal ini terbukti menggangu dan mampu memprovokasi generasi muda kita. Padahal, jika kita mampu melihat secara objektif, perbedaan itu akan sangat bisa menjadi sebuah keindahan. Bila papan catur tidak berwarna hitam dan putih, pastinya kita tidak akan bisa menentukan langkah selanjutnya. Bila lagu tidak memiliki nada yang berbeda pastilah akan terasa hambar di telinga. Bila alam ini hanya memiliki satu warna, tentunya kita tidak akan pernah mengenal yang namanya keindahan, dan bila rasa itu hanya satu, pasti kita tak akan pernah merasakan seperti apa nikmat itu. Atau hal yang lebih ekstrim, jika kita semua dilahirkan dalam keadaan dengan wujud dan rupa yang sama, maka kita tidak akan pernah mengenal dan merasakan indahnya Cinta…! Untuk itulah Tuhan menciptakan manusia berbangsa dan berbeda dengan yang lainnya. Karena Tuhan juga menganjurkan kepada kita semua untuk saling mengenal satu dengan yang lainnya dengan cara saling memahami dan mengerti. Janganlah karena berbeda pilihan di Pemilu 2019 ini, membuat kita lupa untuk saling menyapa dan tersenyum indah dengan tetangga yang berbeda politik dengan kita. Perbedaan harus disinergikan agar bisa menjadi sebuah harmoni yang indah. Karena hidup ini tidak bisa dihindarkan dari perbedaan. Ingat perbedaan merupakan anugerah Tuhan yang harus kita jaga dan bukan untuk dipertentangkan dan juga harus kita kenalkan kepada generasi penerus kita selanjutnya. Hadist Nabi berbunyi ′…..Perbedaan (pendapat) umatku adalah Rahmat….′. Oleh karena itu, hargailah perbedaan. Bahkan dalam hal yang prinsip pun kita semua tetap harus menghargainya. Karena pilihan politik itu bagi kita dan belum tentu itu merupakan pilihan bagi orang lain, apalagi memang sewajarnya berbeda. Tidak perlu saling mensakralkan pilihan dan pendapat kita dan menyalahkan yang lain meskipun kita yakin hal itu benar adanya. Sebagaimana ungkapan Imam al Syafi′i, ′Menganggap benar dengan hanya satu pandangan merupakan suatu bentuk ketertipuan′. Dan kehidupan tidak akan seindah tanpa adanya perbedaan. Karena hanya dengan indahnya perbedaanlah yang membawa harmoni dalam kehidupan. Mari kita semua menyambut pesta demokrasi Pemilu 2019 dengan rasa gembira dan bahagia…. (*) Hamdan Dangkang, S.Kom., M.T. (Ketua KPU Kabupaten Mamuju)
17 April 2019 adalah hari bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia. Pasalnya, di 17 April 2019 itu lah waktu bagi seluruh penghuni negara kepulauan terbesar di dunia ini menggelar Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) secara serentak. Kontras dengan tahun-tahun sebelumnya. Pileg tentu saja jadi even politik untuk memilih calon-calon wakil rakyat. Sementara Pilpres adalah ajang pemilihan umum langsung untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden. Jangan disia-siakan momentum ini dengan menjadi Golput Pemilu 2019. Pemilu kali ini harus menjadi ajang pembuktian serta penegasan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari jauhi isu-isu yang saling menyerang satu dengan yang lainnya. Jangan menempatkan masing-masing pihak di Pemilu kali ini di titik yang ekstrem. Itu semua menjadi hal yang penting untuk meningkatkan kualitas demokrasi. Masyarakat harus ikut mengawal pesta demokrasi kita tahun ini. Untuk mewujudkan negara yang kuat, maka pesta demokrasinya harus berdaulat. Mari kita sukseskan Pemilu serentak 2019 tanpa money politic, menjauhi isu SARA serta tak ikut menyebar berita hoaks. Sejak 23 September 2018 hingga 13 April 2019, para peserta Pemilu maupun tim Kampanyenya telah menyampaikan program kerja serta visi-misinya untuk lima tahun mendatang. Kini saatnya masyarakat menilai, siapa yang terbaik untuk mewakilinya di lembaga legislatif maupun di eksekutif. Selamat memilih... Ahmad Amran Nur/Komisioner KPU Mamuju Divisi Hukum dan Pengawasan